Dampak Merokok bagi Pelajar
Sebagai
manusia, tentunya kita ingin tubuh kita sehat. Cara untuk mendapatkan hidup
sehat adalah dengan tidak mengkonsumsi makanan yang dapat mengganggu kesehatan.
Salah satu hal yang menjadi faktor terganggunya kesehatan adalah rokok. Rokok
adalah silinder dari kertas yang berisi cacahan tembakau dan mengandung zat
kimia.
Akhir-akhir ini, banyak pelajar
SMP dan SMA yang sudah mengkonsumsi rokok dengan bebas. Padahal sejatinya,
mereka masih tergolong di bawah umur. Merokok pastinya sangat mempengaruhi kehidupan
pelajar. Lalu, apakah dampak dan bagaimana cara mengatasinya?
Saat ini, terdapat 1.100 juta
penghisap rokok di dunia. Setiap tahunnya. 4 juta orang meninggal karena rokok.
Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 250 juta anak beresiko
meninggal apabila tidak segera dicegah untuk merokok.
Di Indonesia sendiri, fenomena pelajar di
bawah umur yang merokok juga sudah semakin marak. Hasil dari survei di beberapa
SMP menunjukkan sebanyak 40 persen siswa sudah pernah mencoba rokok. Berdasarkan
data Yayasan Jantung Indonesia, sebanyak 77 persen dari siswa yang merokok
melakukan hal tersebut karena ditawari teman.
Mayoritas siswa beranggapan bahwa
dengan merokok, mereka akan terlihat lebih keren dan dewasa. Selain itu, siswa
juga beranggapan bahwa dengan merokok, mereka akan lebih mudah mendapatkan
teman bergaul. Alasan lain yang membuat siswa merokok adalah menurut mereka,
rokok dapat menghilangkan kantuk, suntuk, dan stres.
Padahal, pada dasarnya merokok
lebih banyak dampak negatifnya dibanding dengan dampak positifnya. Dampak
negatif bagi pelajar adalah menyebabkan prestasi menurun karena siswa akan
tidak fokus pada pelajaran. Bau menyengat yang ditimbulkan oleh rokok juga menyebabkan
orang lain merasa risih.
Selain itu, zat kimia yang
dikandung oleh rokok juga menyebabkan hancurnya organ-organ tubuh. Zat kimia
yang dikandung rokok juga menimbulkan berbagai komplikasi pada tubuh seperti
kanker, serangan jantung, penyakit paru-paru, penyakit tenggorokan, gangguan
pada pita suara, dan lain-lain.
Oleh karena itu, berbagai upaya
perlu dilakukan untuk meminimalisir jumlah perokok. Sudah banyak slogan-slogan
yang melarang kita untuk merokok. Bahkan semua produk rokok, sekarang sudah
tertera bahaya merokok di kemasannya.
Pemerintah
juga telah melarang untuk tidak merokok sembarangan, karena asapnya juga
menyebabkan polusi. Pemerintah juga telah memasukkan materi bahaya merokok pada
kurikulum sekolah dengan slogan ‘Hindarkan dan Jauhkan Sekolah dari Asap Rokok’
di buku pegangan siswa.
Secara
umum, merokok hanya menimbulkan kerugian. Banyak orang meninggal dan menderita
penyakit kronis karena mengkonsumsi rokok. Oleh karena itu, perlu ditumbuhkan
kesadaran bagi pelajar dan masyarakat lainnya terhadap bahaya merokok. Orang
tua sangat berperan penting dalam mengawasi pergaulan anak agar tidak
terjerumus dalam pergaulan yang salah. Selain itu, berbagai upaya telah
dilakukan oleh pemerintah untuk meminimalisir jumlah perokok.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar