MTsN 7 Madiun – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1444 H, MTs
Negeri 7 Madiun melalui seksi Keagamaan Madrasah menggelar acara Ngaji Bareng,
Santunan Anak Yatim, dan Tasyakuran di Kampus Asri MTs Negeri 7 Madiun, Selasa
(9/8) pagi hari.
Tujuan diadakannya kegiatan Tahun Baru Islam 1444 H agar siswa-siswi MTs
Negeri 7 Madiun dapat mengetahui, memahami, memaknai, dan meyakini perjalanan
dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyiarkan agama Islam kepada umat
manusia.
Kegiatan ini dimulai dengan sholat dhuha berjamaah yang diikuti oleh seluruh guru, staf, dan siswa-siswi MTs Negeri 7 Madiun dengan jumlah kurang lebih 800 orang. Bagi guru, karyawan, siswa yang laki-laki, berada di dalam dan teras mushola sedangkan bagi yang perempuan berada di halaman (lapangan) madrasah. Dalam kesempatan kali ini, Ustadz Dharmayudha Ibnu Hajar Sutoyo, S.Pd.I selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam di MTs Negeri 7 Madiun yang menjadi imam shalat dhuha.
Setelah shalat dhuha berjamaah kegiatan dilanjutkan ke acara berikutnya yaitu istighosah bersama yang dipimpin oleh Ustadz Mujianto, S.Pd.I selaku guru Bahasa Arab di MTs Negeri 7 Madiun. Kegiatan ini berjalan dengan khusuk dan khidmat
Setelah acara shalat dhuha dan istighosah berjamaah selesai dilaksanakan,
memasuki kegiatan inti Peringatan Tahun Baru Islam 1444 H di MTs Negeri 7
Madiun yaitu santunan anak yatim di lingkungan MTs Negeri 7 Madiun. Ada beberapa
anak yatim yang mendapatkan santunan mulai dari kelas 7, 8, dan kelas 9. Acara
santunan anak yatim dibuka oleh Drs. Hari Sumanto, M.Pd.I selaku Kepala MTs
Negeri 7 Madiun.
“Kegiatan ini sangat penting kita laksanakan, kita harus lebih peduli
dengan mereka yang membutuhkan tangan kita bukan hanya dari segi materi tapi
juga dari sisi moral. Sebagai umat muslim yang baik sudah selayaknya bahkan
suatu keharusan untuk saling membantu apalagi untuk mereka (anak yatim).” ungkap
bapak Drs. Hari Sumanto, M.Pd.I
Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam merupakan kegiatan yang dapat digunakan sebagai cermin terhadap perilaku kita dalam menerapkan islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Tahun Baru Islam dapat kita gunakan sebagai sarana muhasabah diri agar kita bisa menjadi insan yang menerapkan islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan Islam yang penuh cinta dan damai, dengan Islam yang penuh keramahan dan senyuman, dengan Islam yang gotong royong, dan Islam Rahmatan Lil Alamin.” Sambut Kepala MTs Negeri 7 Madiun.
Setelah acara santunan bagi anak yatim di lingkungan Madrasah, acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang diisi oleh Ustadz Siswanto, S.Pd.I selaku guru Aqidah Akhlak di MTs Negeri 7 Madiun. Dalam Mauidhoh Hasanah, Ustadz Siswanto, S.Pd.I menyampaikan bahwa ada 4 hal yang perlu diperhatikan dalam peringatan Tahun Baru Islam 1444 H.
“Ada 4 hal yang perlu kita renungkan dan terapkan dalam memperingati Tahun Baru islam 1444 H yaitu muhasabah diri (intropeksi diri) untuk menjadi insan Islami yang berakhlakul karimah, mengetahui sejarah Tahun Baru Islam, merencanakan (planning) untuk apa saja ha1 baik dan kebaikan 1 tahun ke depan, yang kita lakukan hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.
Kegiatan peringatan Tahun Baru Islam 1444 H di MTs Negeri 7 Madiun
ditutup dengan doa dan tasyakuran yaitu makan bersama guru dan siswa di halaman
madrasah.
Suka cita menyambut acara peringatan Tahun Baru Islam terpancar dari
wajah guru, staf, dan siswa siswi MTs
Negeri 7 Madiun. Pasalnya, setelah 2 tahun vakum akibat Pandemi COVID-19 yang
melanda Indonesia. (zq)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar