Ikhtiar
Pak Rahmat adalah salah satu karyawan di sebuah pabrik bola ‘Globalway’ di Surabaya, ia mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dari gajinya. Namun ketika corona menerjang dunia termasuk salah satunya Indonesia membuat Globalway mengalami kegoncangan dalam pemerolehan hasil produksi sehingga Globalway mengalami kerugian.
Untuk mengurangi pengeluaran yang lebih besar maka dengan terpaksa Globalway harus mem-PHK beberapa karyawannya dan salah satunya Pak Rahmat.
Pak Rahmat masuk rumah dengan wajah muram lalu ia ditanya istrinya yang sedang duduk di ruang tamu “ Mengapa Bapak keliahatan sedih ?”, Pak Rahmat lalu duduk di samping istrinya. “ Saya di PHK bu, padahal saya sudah berusaha bekerja sebaik mungkin”. “Bapak melakukan kesalahan apa kok sampai dipecat?”tanya istrinya agak kecewa. “ Saya di PHK karena pabrik mengalami kerugian akibat pandemi ini Bu”
“Lalu setelah ini bapak mau kerja apa ?” tanya istrinya .” Saya akan jualan daging ayam potong , menurut perhitungan saya nanti saya beli daging ayam satu kilo harganya
Rp. 20.000,00 nanti kitajual perkilonya Rp. 24.000.00 jadi nanti keuntungannya Rp. 4.000,00 perkilo.
“baiklah Bapak, Ibu selalu mendukung apapun yang Bapak lakukan selama itu masih dalam jalan kebaikan dan tidak mengingkari nikmat ALLAH SWT, ucap istri sembari menyiapkan teh hangat.
Awal-awalnya Pak Rahmat membeli 10 kg daging ayam setelah habis terjual Pak Rahmat menghitung uang hasil penjualannya, ternyata memperoleh uang Rp. 240.000,00 ,berapa keuntungan Pak Rahmat ?
Hari berikutnya Pak Rahmat ingin membeli daging ayam 10 kg lagi ternyata harga daging ayam mengalami kenaikan menjadi Rp.25.000,00 perkilo sehingga Pak Rahmat hanya bisa membeli 9 kg daging ayam dan dijual perkilonya Rp. 28.000,00 sehingga keuntungan Pak Rahmat berkurang. Namun atas dorongan istrinya Pak Rahmat terus berikhtiyar . Esoknya ternyata harga daging ayam turun perkilonya Rp. 22.000,00 sehingga Pak Rahmat bisa membeli 10 kg lagi daging ayam lalu menjual perkilonyaRp.26.000,00. Setelah itu ternyata harganya stabil dan menekuninya. Pak Rahmat pun terus berusaha tanpa kenal lelah dan putus asa untuk berjualan. Dia sangat yakin bahwa setiap orang sudah diberikan rejeki sesuai dengan takarannya.
Menjelang Idul Fitri pak rahmat membeli 15 kg daging ayam dengan harga perkilonya Rp. 22.000,00 , setelahmembeli ternyata harga jualdaging ayam mengalami kenaikan perkilonya Rp. 30.000,00 jadi keuntungan Pak Rahmat semakin besar. Hitunglah keuntungan Pak Rahmat !. Hal ini membuat Pak Rahmat semakin semangat berikhtiyar menjual daging ayam potong....